Oleh: Denni Meilizon
PASAMAN BARAT, 26 September 2026 — Ada kalanya sebuah amanah tidak berakhir karena seseorang berhenti mencintai perjuangan. Ia hanya berpindah tangan karena perjalanan memang menghendaki demikian.
Bagi Denni Meilizon, berakhirnya masa kepemimpinannya sebagai Ketua Pengurus Daerah (PD) Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Pasaman Barat periode 2024–2029 justru menjadi ruang untuk belajar kembali tentang arti sebuah amanah.
Pada Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) PD Forum TBM Pasaman Barat yang difasilitasi Pengurus Wilayah (PW) Forum TBM Sumatera Barat, Sabtu (26/9/2026), Sumira Putri terpilih secara aklamasi sebagai ketua baru. Dengan demikian, estafet kepemimpinan Forum TBM Pasaman Barat resmi berpindah.
Denni sendiri telah menyampaikan pengunduran dirinya atas permintaan sendiri. Surat pengunduran diri tersebut diterima PW Forum TBM Sumatera Barat pada 18 September 2026, sebelum kemudian organisasi memfasilitasi Musdalub untuk memastikan keberlanjutan kepengurusan.
“Alhamdulillah, akhirnya amanah sebagai Ketua Forum TBM Pasaman Barat periode 2024–2029 diangkat oleh Allah SWT pada hari ini, dengan terpilihnya ketua baru melalui Musdalub,” ujar Denni.
Bagi Denni, kalimat “amanah diangkat” bukan sekadar ungkapan untuk menandai pergantian jabatan. Ada penerimaan di dalamnya, Ada rasa syukur, dan ada keyakinan bahwa setiap doa yang dipanjatkan kepada Allah selalu memiliki cara sendiri untuk dijawab.
Dari Forum yang Vakum hingga Kembali Bergerak
Jauh sebelum menjadi ketua, Denni merupakan salah seorang yang ikut mengambil bagian dalam menghidupkan kembali Forum TBM di Sumatera Barat yang sebelumnya mengalami kevakuman.
Sekitar tahun 2022 atau 2023, bersama satu-dua orang penggerak lainnya, ia ikut mendorong agar organisasi tersebut kembali berjalan. Dari ruang yang semula sepi, gerakan itu kemudian perlahan tumbuh.
Jejaring TBM kembali dibangun. Silaturahmi antarpengelola taman bacaan diperkuat. Kegiatan literasi mulai bergerak. Forum TBM Pasaman Barat kemudian menjadi bagian dari dinamika gerakan literasi yang ikut berkembang di Sumatera Barat.
“Saya adalah satu dari dua atau tiga orang yang dulu punya cukup andil mengangkat Forum TBM Sumatera Barat dari vakum, kemudian menghidupkannya kembali,” kenang Denni.
Perjalanan itu, menurutnya, bukan milik satu orang. Ada banyak tangan yang bekerja. Ada pengelola TBM, pegiat literasi, komunitas, sekolah, pemerintah, Forum TBM Sumatera Barat dan berbagai pihak lain yang ikut memberi warna dalam perjalanan tersebut.
Karena itu, ketika kepemimpinannya berakhir, Denni tidak melihatnya sebagai berakhirnya gerakan. Yang berakhir adalah satu fase kepemimpinan. Gerakannya harus tetap berjalan.

Berbaik Sangka pada Rencana Allah
Denni mengatakan, selama menjalani berbagai dinamika dalam hidup dan organisasi, ia selalu berusaha memegang satu prinsip: berbaik sangka kepada Allah.
Baginya, doa bukan hanya tentang meminta sesuatu agar terjadi sesuai keinginan. Doa juga merupakan latihan untuk menerima ketika Allah memberikan sesuatu dengan cara yang berbeda dari yang dibayangkan.
“Sebagaimana doa saya selalu agar kiranya Allah memberi kemudahan setiap urusan saya, maka saya selalu berbaik sangka. Apa pun rencana Allah yang terjadi pada saya adalah dalam rangka ijabah atas doa tersebut,” katanya.
Ia kemudian mengutip sebuah pengingat yang selama ini menjadi bagian dari perenungannya:
“Kamu menyangka sesuatu baik bagimu padahal tidak. Dan rencana Allah-lah yang paling sempurna.”
Karena itu, Denni memilih tidak memperpanjang apa yang telah berlalu. Baginya, setiap peristiwa selalu menyediakan pelajaran. Ada hikmah yang mungkin baru terlihat setelah seseorang melewati peristiwa tersebut.
“Setelah itu adalah pelajaran dan hikmah untuk ditarik sebagai ibrah meneruskan hidup selanjutnya,” ujarnya.
Mengucapkan Selamat kepada Ketua Baru
Kepada Sumira Putri yang kini dipercaya memimpin Forum TBM Pasaman Barat hingga berakhirnya masa kepengurusan 2029, Denni menyampaikan selamat sekaligus doa.
Ia berharap kepemimpinan baru dapat membawa Forum TBM Pasaman Barat terus bertumbuh, memperkuat jejaring antarpengelola TBM, serta menjaga semangat kolaborasi yang selama ini telah dibangun.
Bagi Denni, organisasi literasi tidak boleh bergantung pada figur ketuanya.
Ketua boleh berganti, Pengurus boleh berganti, Tetapi gerakan literasi harus tetap menyala.
“Saya berharap Forum TBM Pasaman Barat terus berjalan, semakin kuat dan semakin banyak memberi manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap para pengelola TBM tetap menjadikan ruang-ruang baca mereka sebagai tempat bertumbuhnya masyarakat, terutama anak-anak dan generasi muda.
Sebab, menurutnya, kerja literasi pada akhirnya bukan sekadar mengajak orang membaca buku. Literasi adalah kerja panjang membangun manusia.
Permohonan Maaf
Di akhir masa kepemimpinannya, Denni juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh pengurus, pengelola TBM, pegiat literasi dan pihak-pihak yang selama ini bersentuhan dengan perjalanan Forum TBM Pasaman Barat.
“Dari hati yang paling dalam, saya mohon maaf jika selama mengemban amanah sebagai Ketua Forum TBM Pasaman Barat terdapat kesalahan, kekhilafan, sikap maupun keputusan yang kurang berkenan,” ujarnya.
Ia menyadari bahwa dalam perjalanan organisasi, tidak semua hal dapat dilakukan dengan sempurna. Ada keputusan yang mungkin tepat bagi sebagian orang, tetapi tidak bagi yang lain. Ada langkah yang mungkin belum sesuai harapan. Ada komunikasi yang mungkin kurang sempurna.
Semua itu, menurut Denni, menjadi bagian dari proses belajar. Kini, ia memilih menyerahkan estafet tersebut kepada generasi berikutnya. Bukan dengan perasaan kehilangan, melainkan dengan rasa syukur karena pernah diberi kesempatan menjadi bagian dari perjalanan itu.
“Setiap amanah ada waktunya. Ketika waktunya selesai, kita harus belajar melepaskannya dengan baik,” katanya.
Dan bagi Denni, satu hal yang paling penting adalah memastikan bahwa setelah seorang ketua meninggalkan kursinya, gerakan tidak ikut meninggalkan jalan perjuangannya.
Forum TBM Pasaman Barat telah kembali menemukan nakhodanya.
Kini, Sumira Putri dan seluruh keluarga besar TBM Pasaman Barat memiliki ruang untuk melanjutkan perjalanan.Sementara Denni memilih membawa pulang satu pelajaran sederhana: manusia boleh merancang arah perjalanan, tetapi Allah selalu memiliki rencana yang jauh lebih sempurna.

